Seram: Berlibur Ke Bandung Dan Berakhir Dengan Kisah Seram

Sebut saja nama saya Budi, saya adalah seorang mahasiswa jurusan ekonomi di salah satu universitas swasta yang ada di Jakarta. Saat libur semester kemarin, saya dan teman-teman saya yang bernama Rani, William dan juga Fredy berlibur ke daerah Bandung.

Tidak ada hal menarik dalam perjalanan kami dari Jakarta ke Bandung. Di Bandung, kami menyewa salah satu rumah penduduk untuk menginap di sekitaran Dago. Sebenarnya sejak awal saya sudah merasakan ada hawa yang berbeda dari tempat kami menginap.

Berbeda dengan rumah lainnya, di rumah yang satu ini terdapat sebuah lubang berbentuk kotak yang berukuran sebesar kepala manusia. Cerita menyeramkan dimulai dari sini.

Rumah yang kami sewa tersebut tampaknya sudah berusia tua. Terlihat dari tembok bangunan serta cat yang mulai mengelupas dan retak-retak. Jika dibilang sebagai sebuah penginapan, tampaknya tempat ini lebih cocok disebut sebagai rumah yang terbengkalai.

Ada 2 kamar di rumah ini, kedua kamar tersebut terletak di lantai dua. Saat menaiki tangga untuk melihat kamar tersebut, sekilas saya seperti melihat ada seorang wanita yang mengenakan pakaian lusuh berwarna biru yang berjalan.

Awalnya saya merasa itu hanya halusinasi saja karena lelah dalam perjalanan menuju Bandung. William dan juga Fredy langsung masuk ke kamar dan tertidur. Anehnya, di kamar yang mereka tiduri juga ada lubang berbentuk kotak yang ada di depan rumah tadi. Penasaran dengan lubang tersebut, saya mencoba mengintip kedalam.

Kaget bukan main, ternyata didalam lubang tersebut, ada sebuah ruangan yang kecil dan sempit yang ditutupi dengan pintu kayu kecil. Saat dibuka, ternyata didalam ruangan kecil tersebut terdapat abu orang yang sudah meninggal yang disimpan didalam guci.

Saya langsung membangunkan semua teman-teman saya dan akhirnya memutuskan untuk pindah dari tempat itu. Menurut warga sekitar, rumah tersebut sudah tidak digunakan selama puluhan tahun dan tidak pernah disewakan. Lalu siapa yang menyewakannya pada kami ? Tapi kalau dipikir-pikir, kami juga belum membayar uang sewa, lalu bagaimana kami bisa menerima kunci untuk membuka pintu utama ?